Pengertian Biaya Standar

Didalam hal pengendalian biaya, manajemen memerlukan patokan atau standar sebagai dasar yang dipakai untuk tolak ukur pengendalian. Dibawah ini beberapa pengertian mengenai biaya standar menurut para ahli, antara lain :

Menurut Henry Simamora (2002 : 328) dalam bukunya “ Akuntansi Manajemen “ pengertian biaya standar adalah “ Biaya yang ditentukan sebelumnya untuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. “

Menurut Mulyadi ( 1999: 415 ) dalam bukunya “ Akuntansi Biaya “ pengertian biaya standar adalah “ Biaya yang ditentukan dimuka, merupakan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisien dan faktor-faktor tertentu. “

Menurut R.A Supriyono (1994 : 96) “ Biaya standar adalah alat yang dipakai untuk mengukur dan menilai prestasi pelaksanaan yang harus ditentukan dengan tekiti dan ilmiah melalui penelitian gerak dan waktu. “

Menurut M.P Simangunsong (1997 : 144) dalam bukunya “ Akuntansi Biaya “  pengertian biaya standar adalah “ Biaya yang ditentukan dimuka sebelum proses produksi berjalan, dan merupakan biaya yang seharusnya untuk membuat suatu produk tertentu. “

Menurut Adolph Matz, Milton F. Usry, Lawrance H. Hammer (1996 ; 95) : “Biaya Standar adalah biaya yang ditetapkan terlebih dahulu untuk memproduksi satu satuan unit atau sejumlah unit produk selama periode tertentu di masa mendatang”.

Dari pengertian tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa biaya standar adalah biaya yang ditetapkan terlebih dahulu untuk memproduksi sejumlah produk selama periode tertentu dimasa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

      Biaya Standar dan Anggaran

Anggaran dan biaya standar merupakan dua penentuan biaya yang ditetukan dimuka. Perbedaannya terletak pada cara penentuannya, biaya standar digunakan untuk menentukan biaya per unit, terutama bahan baku dan upah langsung, sedang anggaran digunakan untuk menentukan seluruh biaya yang akna terjadi selama satu periode tertentu. Penggunaan biaya standar didalam menyusun anggaran akan dapat dipakai sebagai alat perencanaan dan pengendalian dengan baik dan teliti.

Dibawah ini pendapat menurut R.A Supriyono (1994 : 96) mengenai perbedaaan antara anggaran dan biaya standar antara lain sebagai berikut :

  1. Tidak semua anggaran disusun atas dasar biaya standar.
  2. Anggaran menyatakan besarnya biaya yang diharapkan, sedangkan biaya standar adalah biaya yang seharusnya dicapai oleh perusahaan.
  3. Anggaran lebih cenderung merupakan batas-batas biaya yang tidak boleh dilampaui, sedangkan biaya standar mengutamakan tingkatan biaya yang harus ditekan agar prestasi pelaksanaan dinilai baik.
  4. Anggaran pada umumnya  disusun untuk setiap bagian didalam perusahaan baik yang berhubungan dengan fungsi produksi, fungsi pemasaran, maupun fungsi administrasi dan umum. Sedangkan biaya standar pada umumnya disusun untuk biaya produksi saja.
  5. Selisih biaya yang timbul dari biaya standar akan diperiksa penyebabnya sedangkan anggaran tidak diperiksa lebih lanjut.

 

Manfaat Sistem Biaya Standar dalam Pengendalian Biaya

Sistem biaya standar dirancang untuk mengendalikan biaya. Biaya standar merupakan alat yang penting di dalam menilai pelaksanaan kebijakan yang tekah ditetapkan sebelumnya. Jika biaya standar ditentukan dengan keadaan yang sebenarnya, hal ini akan merangsang pelaksana dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, karena pelaksana telah mengetahui bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan, dan pada tingkat berapa pekerjaan seharusnya dilaksanakan.

Selain itu, sistem ini berguna sebagai pedoman bagi manakemen dalam menentukan berpa biaya yang seharusnya untuk melaksanakan kegiatan tertentu sehingga memungkinkan mereka melakukan pengurangan biaya dengan cara perbaikan metode produksi, pemilihan tenaga kerja, dan kegiatan yang lain.

 

Jenis-jenis Standar

Menurut Supriyono ( 1999 : 99 ) dalam bukunya “ Akuntansi Biaya “ mengemukakan jenis-jenis standar didasarkan kepada faktor-faktor anggapan sebagai berikut :

 

Faktor Tingkat Harga

Beberapa konsep tingkat harga yang dapat dipakai untuk menentukan sistem biaya standar adalah :

a)      Standar Ideal ( Ideal Standar )

Yaitu standar yang ideal yang dalam pelaksanaannya sulit untuk dapat dicapai. Asumsi yang mendasari standar ideal ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksana.

b)      Standar Normal ( Normal Standar )

Standar normal untuk tingkat harga mendasarkan anggapan kepada tingkat harga rata-rata yang diharapkan terjadi dalam siklus perusahaan. Standar ini merupakan standar yang paling tepat dalam praktek pengawasan biaya. Standar harga ini umumnya tidak direvisi sebelum skedul perusahaan berakhir.

c)      Standar Karen ( Karen Standar )

Yaitu standar yang didasarkan atas anggapan kepada tingkat harga yang diharapkan terjadi pada tahun pertama penggunaan standar.

 

Faktor Tingkat Prestasi

Didalam menyusun standar harus didasarkan kepada konsep tingkat prestasi yang akseptabel ( pantas ) dapat dicapai. Penentuan tingkat prestasi standar dapat dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut :

a)      Standar Prestasi Teoritis ( Theoritical Performance Standar )

Standar ini didasarkan kepada anggapan bahwa semua pelaksana akan dapat bekerja dengan tingkat yang paling efisien. Sehingga tidak terjadi pemborosan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja maupun biaya overhead pabrik sekalipun.

b)      Standar Prestasi Terbaik yang Dicapai ( Attamable Good Performance Standart )

Didasarkan kepada standar prestasi teoritis dengan memperhitungan hambatan- hambatan prestasi yang tidak dapat terhindarkan. Standar prestasi ini dapat     dicapai oleh para pelaksana yang bekerja dengan efisien tinggi, sehingga merupakan tingkat prestasi yang banyak dipakai di dalam praktek.

c)      Standar Prestasi Rata-rata Masa Lalu ( Average Past Performance Standard )

Standar prestasi ini mendasarkan kepada rata-rata prestasi masa lalu untuk menentukan standar prestasi yang akan datang. Standar prestasi ini umumnya relatif mudah dicapai, akan tetapi bukan merupakan alat pengukur prestasi yang baik.

d)     Standar Normal ( Normal Performance Standard )

Didasarkan atas taksiran tingkat prestasi dan efisien yang  normal dapat dicapai oleh para pelaksana diwaktu yang akan datang, yang ditentukan untuk jangka waktu yang relatif panjang dengan cara mengeliminasi keadaan yang bersifat musiman dan fluktuasi  yang bersifat siklikal.

 

Faktor Tingkat Produksi

Tingkat produksi yang dapat dipertimbangkan didalam penentuan standar adalah sebagai berikut :

a)      Standar Kapitas Teoritis  ( Theoritical Capacity Standard)

Berdasarkan kepada kemampuan produksi suatu departemen atau pabrik pada kecepatan penuh tanpa berhenti. Pada standar kapasitas teoritis tidak memperhitungkan hambatan-hambatan kegiatan produksi yang tidak dapat dihindarkan, baik yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal perusahaan.

b)          Standar  Kapasitas Praktis ( Practical  Capacity Standar )

Merupakan suatu konsep pendekatan dalam jangka waktu panjang. Standar kapasitas praktis didasarkan kepada tingkatan produksi  teoritis  dikurangi dengan hambatan-hambatan kegiatan produksi yang tidak dapat dihindari oleh faktor internal perusahaan.

 

 

 

 

 

c)          Standar Kapasitas Normal ( Normal Capacity Standard)

Adalah kegiatan produksi yang dihitung dari standar kegiatan teoritis dikurangi  hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindari baik yang datangnya dari faktor internal perusahaan maupun faktor eksternal perusahaan.

d)     Standar Kapasitas yang diharapkan (Expected Capacity Standard)

Berdasarkan kepada kegiatan produksi yang diharapkan dapat dicapai pada periode akuntasi pemakaian standard, sehingga merupakan pendekatan jangka pendek.

 

Prosedur Penentuan Biaya Standar

Penentuan biaya standar meliputi penentuan standar biaya bahan baku, penentuan biaya tenaga kerja dan penentuan biaya overhead pabrik.

 

Penentuan Standar Biaya Bahan Baku

Menurut Supriyono (l994 : l02) Standar biaya  Bahan Baku adalah biaya bahan baku yang seharusnya terjadi dalam pengolahan produk. Dalam menentukan  standar biaya bahan baku untuk mengolah produk, ditentukan oleh dua faktor yaitu standar kuantitas bahan baku dan standar harga bahan baku.

Standar kuantitas bahan baku ditetapkan  melalui cara-cara penyelidikan teknis,analisis pengalaman masa lalu, atau dengan melakukan uji coba.

Standar harga bahan baku adalah harga bahan baku per satuan yang seharusnya pada saat terjadi transaksi pembelian. Harga standar bahan baku dapat ditentukan atas dasar  :

(a)    Kontrak pembelian jangka panjang

(b)    Pengamatan terhadap input (masukan) harga dari suplier, katalog, atau informasi lain melalui media yang berhubungan.

(c)    Taksiran pejabat perusahaan yang mempunyai pengetahuan luas mengenai bahan baku.

 

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam penetapan standar harga bahan baku, adalah kemungkinan perusahaan harga dimasa datang, dan biaya-biaya yang berhubungan dengan perolehan bahan baku.

 

 

Penentuan Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung

Menurut Supriyono (l994 : l06) Standar Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya terjadi didalam pengolahan satu-satuan produk. Untuk menentukan biaya tenaga kerja standar dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :

(a)    Menentukan tarif upah standar

Tarif upah standar dapat ditentukan antara lain melalui kontrak, upah periode yang lalu atau melalui perhitungan dalam keadaan operasi normal.

(b)   Menentukan jam kerja standar

Jam kerja standar ditentukan dengan memperhatikan keadaan tata letak peralatan, sifat alat-alat produksi, kemampuan karyawan serta kontinuitas bahan, Penentuan jam kerja standar dapat didasarkan atas rata-rata jam kerja periode yang lalu atau dengan percobaan pelaksana produksi.

 

Penentuan Standar Biaya Overhead Pabrik

Menurut Supriyono (l994 : l09) Standar Biaya Overhead Pabrik adalah biaya overhead pabrik yang seharusnya terjadi didalam mengolah satu-satuan produk. Standar biaya overhead pabrik ditentukan dengan langkah langkah sebagai berikut :

(a)    Penentuan anggaran biaya overhead pabrik

Awal periode disusun anggaran untuk setiap elemen biaya overhead pabrik yang digolongkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel, dan lebih baik dalam bentuk anggaran fleksibel.

 

(b)   Penentuan dasar pembebanan biaya overhead dengan dasar  pembebanan yang akan dipakai. Dasar  pembebanan biaya overhead pabrik yang dapat dipakai,antara lain :

1)      Pemakaian biaya bahan baku.

2)      Pemakaian biaya tenaga kerja langsung.

3)      Pemakaian jam kerja langsung.

4)      Pemakaian jam mesin.

(c)  Penentuan tarif standar biaya overhead pabrik

Untuk menentukan tarif  standar biaya overhead pabrik dihitung dengan cara membagi jumlah biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan tingkat kapasitas yang dipakai sebagai dasar penentuan anggaran sedangkan untuk kepentingan tarif  biaya overhead pabrik tetap dan tarif biaya overhead pabrik variabel .

 

Analisis Penyimpangan Biaya

Penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar disebut selisih (Variance). Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisis  ini  diselidiki  penyebab terjadinya yang kemudian dicari solusi atas penyimpangan yang memberikan selisih merugikan.

Analisis selisih biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung berbeda dengan analisis selisih biaya overhead pabrik. Dalam analisis selisih biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung hanya dikenal dengan dua macam kapasitas yaitu kapasitas sesungguhnya dan kapasitas standar, sedangkan dalam analisis biaya overhea pabrik dikenal tiga macam kapasitas yaitu kapasitas sesungguhnya,kapasitas standar dan kapasitas normal.

About these ads